Yang Tersisa dari Kepingan Jiwa

August 18th, 2007 by mardi03

<!–
/* Style Definitions */
p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
{mso-style-parent:"";
margin:0cm;
margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-ansi-language:EN-US;}
h1
{mso-style-next:Normal;
margin:0cm;
margin-bottom:.0001pt;
text-align:center;
mso-pagination:widow-orphan;
page-break-after:avoid;
mso-outline-level:1;
font-size:12.0pt;
mso-bidi-font-size:10.0pt;
font-family:"Times New Roman";
mso-font-kerning:0pt;
mso-ansi-language:EN-US;
font-weight:normal;
font-style:italic;
mso-bidi-font-style:normal;}
@page Section1
{size:612.0pt 792.0pt;
margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;
mso-header-margin:36.0pt;
mso-footer-margin:36.0pt;
mso-paper-source:0;}
div.Section1
{page:Section1;}
–>

Disegala kelemahanku

Diantara bulu sayap anganku
yang terbakar

Disisi rapuhnya kerangka
jiwaku

Disela keruntuhan egoku

Disudut ruang dan waktu yang
membelenggu jasadku

 

Kumerintih, memelas,
meminta,

Memohon, bersujud, berdoa
dan bermunajat

Kepada yang memiliki segala
kekuatan

Kepada yang meniupkan
roh-Nya

Kepada yang meliputi segala
dan tiada terbatas

Kepada yang Maha tunggal,
tiada terserupai

Kepada yang menciptakan
ruang dan waktu

Kepada yang tiada mampu
tersifatkan

Oleh mereka yang tersifatkan

 

Berharap Engkau membuka
gerbang nuraniku

Yang ditutupi oleh lapisan
dosa yang berlapis-lapis

Hingga tiada mampu pantulkan
cahaya-Mu

Yang Engkau pancarkan kepada
segala ciptaan-Mu

 

Kebodohanku menjerumuskan
aku pada lembah kenistaan

Oleh hanya kebisuan,
ketulian dan kebutaanku akan ada-Mu

Kedurhakaanku membutakan aku
pada kasih dan sayang-Mu

Oleh hanya godaan si laknat
dan terlaknat

Keangkuhanku dari jiwaku
yang telah membatu

Oleh hanya sekelumit
nikmat-Mu

 

Membuatku terlupa pada keagungan-Mu

Masihkah Engkau menganggapku
hamba-Mu ?

Ataukah Engkau berpaling,

Sambil menyiapkan azab-Mu
tanda kemurkaan-Mu

Kepada aku yang tertutupi
kedurhakaan ?

 

Jika Engkau berpaling dan
murka

Pada siapa ku meminta
keselamatan selain Engkau wahai sang Maha Pengasih ?

Pada siapa ku memohon
kedamaian selain Engkau wahai sang Maha Penyayang ?

Pada siapa ku berharap belas
kasih dan keridhaan selain Engkau wahai sang Maha Mutlak ?

 

Adakah yang lebih indah
selain kelembutan-Mu ?

Adakah yang lebih mulia
selain keagungan-Mu ?

Adakah yang lebih nikmat
selain anugerah-Mu ?

 

Jasadku yang lancang
berharap kemurahan-Mu

Hatiku yang pekat rindukan
cahaya-Mu

Jiwaku yang kotor memohon
curahan kesucian-Mu

Ya Rahmaan, Ya Rahiim, Ya
Nuur, Ya Quddus

 

 

Makassar, 19 Agustus 2007

Pukul
04:45 wita

Dari
hamba yang hina dan terhinakan

Dari
hamba yang ternoda

Bookmark and Share

ga isa dulu

August 13th, 2007 by mardi03

hari ini mungkin ga bisa ngeposting dulu soalnya mo meditasi (alah)
wa mo merenungi sikap dan sifat yang dulu-dulu pernah terdiam menyikapi hidup.

CU tomorrow bloggiz ^^

Bookmark and Share

HAKIKAT CINTA

August 13th, 2007 by mardi03

<!–
/* Style Definitions */
p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
{mso-style-parent:"";
margin:0cm;
margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-ansi-language:EN-US;}
h2
{mso-style-next:Normal;
margin:0cm;
margin-bottom:.0001pt;
text-align:center;
mso-pagination:widow-orphan;
page-break-after:avoid;
mso-outline-level:2;
font-size:13.0pt;
mso-bidi-font-size:10.0pt;
font-family:"Times New Roman";
mso-ansi-language:EN-US;
font-weight:normal;}
p.MsoSubtitle, li.MsoSubtitle, div.MsoSubtitle
{margin:0cm;
margin-bottom:.0001pt;
text-align:center;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:13.0pt;
mso-bidi-font-size:10.0pt;
font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-ansi-language:EN-US;}
@page Section1
{size:612.0pt 792.0pt;
margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;
mso-header-margin:36.0pt;
mso-footer-margin:36.0pt;
mso-paper-source:0;}
div.Section1
{page:Section1;}
–>

Cinta laksana air surgawi yang tertuang
dalam cawan emas jiwa

Kemudian mengalir basahi
bumi bukti ketundukannya

Laksana hymne puji-pujian ia
mendakwa

Kemudian menyatakan
pengakuan dan kepasrahan padanya

Bukit terjal berbatu, lembah
gelap nan licin

Padang gersang membakar,
sungai deras menghempas

Demikian tak peduli ia
menyusur tuk diikuti

 

Ia datang untuk dirinya,
bukan untukmu

Engkau hanyalah pelayan
baginya, bukan majikannya

Ia ada mengadakan dirinya,
bukan kau adakan

Engkau hanyalah bukti keberadaannya,
bukan ketiadaannya

Ia datang untuk memilikimu,
bukan kau miliki

Engkau hanyalah miliknya,
bukan milikmu

 

Ia datang tuk menaklukkan
jiwa-jiwa yang angkuh

Runtuhkan tembok kesombongan

Cengkeram jiwa dengan
kelembutan sayapnya

Ia hanya ingin menampakkan
adanya

Dengan menyatukan dua jiwa

Yang terpisah jiwa raga
ruang dan waktu

 

Bila kau paksa ia, tentulah
ia akan menjauh

Karena ia adalah kerelaan

Bila kau mengikat ia,
tentulah ia akan berontak

Karena ia adalah kemerdekaan

 

Biarkanlah ia apa adanya

Tunjukkan pelangi rupanya

Tampakkan kecemerlangan
wajahnya

Rasakan kesejukan
sentuhannya

Hingga kau lupa pada dirimu

Sesungguhnya ia menempamu,
tuk dijadikan persembahan di altarnya

Dan belati yang ia
sembunyikan dibawah sayapnya akan menusukmu

 

Bahwa dibalik madunya tersimpan arak memabukkan

Ia memberimu kebahagiaan
yang tinggi

Sebagaimana ia memberimu
kepedihan yang dalam

Menerbangkanmu hingga keawan

Sebagaimana menenggelamkanmu
hingga kedasar

<!–
/* Style Definitions */
p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
{mso-style-parent:"";
margin:0cm;
margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:"Times New Roman";
mso-fareast-font-family:"Times New Roman";
mso-ansi-language:EN-US;}
@page Section1
{size:612.0pt 792.0pt;
margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt;
mso-header-margin:36.0pt;
mso-footer-margin:36.0pt;
mso-paper-source:0;}
div.Section1
{page:Section1;}
–>

               Terimalah
ia dengan keikhlasan, karena hanya itu harapnya
 

Bookmark and Share

Langkahku….

August 13th, 2007 by mardi03

Lukisan hatimu masih tetap tersimpan di dalam rumah kalbuku, sama halnya dengan guratan pena cinta itu, masih berada di kotak relung yang sama.
Sebelum fajar merekah, kuberanikan diri untuk kembali membuka tiap gores kanvas cinta dan garis pena hatimu, dan apa yang kutakutkan sebelumnya tidaklah terbukti.
Warna-warna pelangi hati masih tetap seperti dulu, tak meluruh sedikitpun. Dan garis-garis pahatan rasa-mu masih terbentang kokoh.
Kiranya, ini saatnya aku kembali berdiri dengan sebuah jawaban di lenganku dan tujuan di pergelangan kaki ku, untuk aku mampu berjalan melangkah.
Meski sejuta ragu terus menghinggap benakku. Dan Aku tahu,ini tak akan mudah buat ku. Karena rasa itu masih terus manyalakan percik-percik udara segar dan terus mengalirkan gemericik aliran rasa.
Dan aku tau, pilihanku ini akan menusuk tepat kedalam denyut nadimu, perih dan membuat dirimu seolah ingin balik menghujam seribu bilah pisau ke arahku. Aku mengerti itu…dan aku tak kuasa untuk menoleh kembali…Bantu aku untuk menggapai secercah kilau cahaya kunang-kunang malam..
Aku memilih untuk terus berjalan, dan memilih untuk terus menyimpan lukisan hati dan goresan pena cintamu..disini…di kotak yang paling dalam dan aman, dimana tak seorangpun mampu menyentuhnya selain aku…dan hangatnya masih terus terasa…disini, tepat di relung sukmaku.

Makassar, 140807 di ujung ufuk fajar…

Untukmu, yang selalu terus berada dalam tiap kecil langkahku…untukmu, dan kamu tahu itu adalah kamu.
Maafkan aku….doa, restu ku selalu kulayangkan untukmu

Bookmark and Share

Aku Tak benar-benar pergi

June 12th, 2007 by mardi03

Aku tak merasa kalah dalam penantian ini.Aku hanya merasa lelah yang teramat sangat.Setelah mengurung hatiku dalam cinta yang tak pernah terjawab .Aku seperti tertusuk duri yang tak pernah kusadari seberapa dalam meninggalkan luka perih. Menikmati sakitnya sampai tak terasa lagi luka telah mengalirkan darah.Begitu dalamnya cinta menghujam hingga tak bisa kubedakan lagi mana tangis,mana tawa.Dua-duanya telah jadi satu dalam butiran nelangsa.Terbata dalam kata,tertatih dalam jejaknya,Dan tersia-sia tanpa rekah bahagia.Aku mungkin belum kalah,tapi yang pasti aku mulai kecewa.Membawa kakiku berjalan menjauh dari cintamu. Perlahan tapi pasti, tertahan tapi tak punya daya aku untuk kembali.Aku mungkin telah pergi. Tapi aku tak pernah berlari darimu

Bookmark and Share

uiuiuiui

June 12th, 2007 by mardi03

Adduuuhhh i come back lageee,hmmm udah lama juga ga nge-bloggis di fz nih
jadi bingung wa musti tulis apa ya T_T

Bookmark and Share

Untuk Ayah di “Hari”mu..

March 17th, 2007 by mardi03

AYAH

I

Sedalam laut, seluas langit

cinta selalu tak bisa diukur

begitulah ayah mengurai waktu

meneteskan keringat dan rindunya

untukku

II

Ayah pergi sangat pagi

kadang sampai pagi lagi

tapi saat pulang

ia tak lupa menjinjing pelangi

lalu dengan sabar

menguraikan warnanya

satu persatu padaku

dengan mata berbinar

II

Waktu memang tak akrab

denganku dan ayah

tapi di dalam buku gambarku

tak pernah ada duka atau badai

hanya sederet sketsa

tentang aku, ayah dan tawa

yang selalu bersama

Oleh:Tomi Satryatomo

Hari ini
tanggal 17 bulan tiga tahun 2007 Ayah berulang tahun, entah apa yang bisa aku berikan padamu..
bahkan untuk menulis pun hampir-hampir tak bisa, dan aku pun akhirnya
mengambil tulisan orang untuk aku simpan di sini..

 ada hal-hal
yang pasti tak pernah terlupakan, belum sempat lagi aku meminta maaf
atas segala salah.. aku yang hampir tak pernah bisa akur denganmu, aku
yang kadang tak peduli dengan kabarmu, dan aku juga yang hampir tak
pernah mengikuti apa yang kau inginkan.

apakah bisa
aku ada sedang kau tak ada, aku siap dalam ketidak-siapanku.. aku tak
bisa menggantikan apa yang kau miliki, aku tak bisa merubah apa yang
aku miliki sebagai dirimu.. sebenarnya, aku belum siap, dan mungkin tak
kan pernah siap..
maafkan aku karna tetap tak bisa memberikan apapun bagimu..


Sekali lagi maafkan Ardi, yah.. Insya
Allah kita akan menemukan waktu-waktu kita bersama, menggambar sketsa-sketsa
kehidupan kita bersama, sampai saatnya Ardi meniti jalan hidup sendiri,
sebagaimana yang Allah Ta’ala sudah gariskan.

Selamat Ulang Tahun, Ayah..

Bookmark and Share

Untaian Permata Pilu

March 1st, 2007 by mardi03

                                Ketika lamunanku melayang
                           Terbang disisi jiwa yang kosong
                     Bagaikan bejana emas tanpa air surgawi
                               Menukik menghujam kebumi
                            Hancurkan keangkuhan keakuan
                           Pecah berkeping tiada berbentuk
                                Luluh sehalus debu gurun
                              Dipisah angin entah kemana

Bookmark and Share

Siapakah Sebenarnya Che Guevara ?

March 1st, 2007 by mardi03

Bi01

 

Sosoknya dikenal
banyak orang, tapi kebanyakan hanya sedikit orang yang tahu tentang perjalanan
hidupnya yang mengagumkan. Ini bukan tanpa sengaja. Kehidupan Che adalah sebuah
cerita tentang satu komitmen untuk memerangi semua nilai yang menjerat masyarakat konsumtif kapitalis. Sosoknya
menimbulkan sebuah keberanian, menumbuhkan semangat pemberontakan pada dada
rakyat di seluruh dunia. Tidak sanggup untuk menguburkan sentimen tersebut,
perusahaan-perusahaan kapitalis melakukan pendekatan untuk memanfaatkan dan
memodifikasinya, dan juga dengan cara tersebut mereka berusaha menjinakkannya.
Tujuan itu sampai sekarang masih belum tercapai.

   Masa muda Ernesto “Che” Guevara adalah sebuah petualangan dan penjelajahan.
Meskipun dia dibesarkan di keluarga yang berkecukupan di
Argentina dan belajar di bidang kedokteran, dia banyak menghabiskan waktunya untuk
mengelilingi Amerika Latin

Ketika lulus dari Fakultas kedokteran, Che
meninggalkan
Argentina,berpura-pura untuk pergi bekerja
pada
penderita penyakit kusta di Venezuela. Dia  benar-benar mencari jawaban yang mendalam atas pertanyaan-pertanyaan yang
mengganggu perasaannya. Dalam pengembaraanya dia melihat kesengsaraan dan
kemelaratan yang menjadi pemandangan sehari-hari di Amerika Latin. Bisakah
seorang dokter mengobati semua pasien ini ?

  Pada tahun 1953 terjadi kekacauan
politik di Guetemala. Di tahun 1950
seorang komandan militer sayap kiri, Jacobo Arbenz, terpilih sebagai presiden
dan memulai untuk melakukan reformasi politik. Dia meliberalkan hukum-hukum
perburuhan, menaikkan upah minimum, mengakhiri repressi terhadap aktifitas
politik, dan memulai sebuah kebijakan reformasi agraria. Amerika Serikat
menjadi cemas.

    Tahun 1953 Arbenz mengambil-alih
ratusan hektar tanah kosong yang dimiliki perusahaan Amerika United Fruit
Company.
Respon Amerika sangat cepat sekali. Sebuah embargo dilakukan dan n
bantuan-bantuan teknis diputuskan.
Bulan November 1953,
semua kapal yang berlabuh di Guatemala dikejar-kejar oleh tentara Amerika.

    18 Juni
1954, rombongan pasukan tempur yang diangkut pesawat tempur Amerika menyerbu
melalui Honduras. Kaum revolusioner di Guetamala meminta kepada Arbenz untuk
mempersenjatai rakyat sebagai alat untuk melawan agresi Amerika, namun sang
Presiden Guetemala itu menolaknya. Malahan Arbenz menggunakan satuan tempur
reguler Guetemala untuk menghadang invasi. Kesuksesan dalam menghadapi invasi
Amerika itu tidak mengurangi ketegangan di Guetamala.

    Setelah
kegagalan invasi yang menggunakan serdadu bayaran itu, imperialis AS melirik
kubu sayap kanan militer dan mengagitasinya untuk melakukan kup. Pada 21 Juni,
pemerintahan Arbenz ambruk dan dia mengundurkan diri dari jabatannya. Kedudukannya
digantikan tokoh militer sayap kanan, Kolonel Monzon.

  Aktivitas-aktivitas
politik yang dilakukan Che di Guatemala mendapat perhatian CIA, yang memasukkan
dia dalam daftar orang-orang komunis yang berbahaya yang harus segera
diringkus. Informasi ini dibocorkan pejabat kedutaan Argentina, yang menawarkan
perlindungan untuk Che.

   Dari
kegagalan pemerintahan Arbenz di Guetemala,Che belajar dua hal penting. Dia
menyadari imperialis AS adalah musuh terbesar rakyat Amerika Latin dan kaum
revolusioner tidak bisa mengandalkan mesin-mesin negara atau pemerintahan
kapitalis, meskipun yang progresif seperti di Guetemala.

    Tragedi
Guetemala meyakinkan Che akan kebutuhan solusi revolusioner untuk memecahkan
masalah-masalah Amerika Latin. Dia sekarang menyebut dirinya seorang Marxis dan
berargumen seharusnya Arbenz mempersenjatai rakyat untuk melawan agresi yang
disponsori imperialis AS.

    Che
meninggalkan revolusi yang gagal itu dan pergi ke Mexico. Di sana dia ketemu
revolusioner Kuba yang sedang dalam pelarian, Fidel dan Raul Castro. Mereka
berbincang semalaman dan paginya dia memutuskan untuk bergabung dengan Castro
dalam ekspedisi revolusioner ke Kuba. “Setelah pengalaman mengelilingi Amerika
dan akhir kudeta di Guetemala, yang kesemuanya tidak begitu menarikku untuk
bergabung dengan kaum revolusioner melawan tirani”, begitu Che berkata.

     Tahun
1956, 82 orang militan berkumpul dalam sebuah perahu layar yang bernama Granma
dan berlayar menuju Kuba. Pendaratan mereka di propinsi Oriente Selatan
diharapkan disertai dengan letupan pemberontakan (up rising). Tapi ekspedisi
ini terlihat sangat nekat. Delapan puluh dua orang gerilyawan yang tidak begitu
terlatih dan miskin persenjataan, menjejalkan diri dalam perahu yang sebenarnya
untuk memuat 12 orang, berharap untuk melawan tentara Kuba yang dibekingi
Amerika. Bagaimana mereka bisa berharap menang ?

Kuba sedang bergolak,
sedang dalam keadaan matang untuk sebuah revolusi. Fulgencio Batista
mendapatkan kekuasaan lewat sebuah kudeta militer di tahun 1952; dia adalah
anak kesayangan Paman Sam di Havana.

 Perusahaan-perusahaan Amerika mendominasi perekonomian Kuba. Perusahaan AS
mengkontrol 80 % barang-barang yang ada di Kuba, 90 % di pertambangan, 100 %
penyulingan minyak, 40 % industri gula dan 90 % peternakan sapi. Hal ini
membawa sedikit kemakmuran bagi rakyat Kuba : 50 % orang tidak mendapatkan
listrik, 40 % penduduk masih buta huruf, dan 95 % anak-anak di daerah pedesaan
menderita karena kemiskinan dan berbagai penyakit.

  Batista melakukan yang terbaik untuk
menghancurkan semua gerakan pelajar, mahasiswa, buruh dan petani. Antara tahun
1952 sampai 1959, 20.000 orang telah dibantai oleh tukang jagalnya Tuan
Batista.

    Granma
diserang oleh tentara Batista ketika mendarat; hanya 12 orang dari anggota
ekspedisi yang selamat. Che, Castro dan yang lainnya lari ke pegunungan Sierra
Maestra dan mendirikan sebuah basis pertahanan. Disana mereka memulai membangun
kembali tentara pemberontak dan sebuah partai politik baru, Gerakan 26 Juli.

    Strategi Castro bersandar pada memenangkan dukungan dari petani sekitarnya
dan membangun sebuah basis perlawanan pertama di Oriente. Ketika kaum
pemberontak mulai memenangkan pertempuran-pertempuran melawan tentara Batista,
para petani mulai menunjukkan dukungannya. Program Reformasi Agraria yang
dirancang Tentara Pemberontak banyak meraih simpati rakyat. Tahun 1958 para
petani mulai bergabung dalam barisan tentara pemberontak, dan jumlahnya makin
lama- makin membengkak.

   Ketika
tentara pemberontak mendapatkan dukungan terbesarnya dari para petani, Gerakan
26 Juli juga mulai mendapatkan dukungan dari kelas pekerja perkotaan dan
buruh-buruh tani.
Gerakan ini menyusup ke kota-kota dan mulai mengorganisir kelas pekerja
secara rahasia. Bulan April 1958, para pemberontak menyerukan pemogokan umum,
tapi mereka belum mempunyai cukup dukungan dan organisasi yang memadai, dan
akhirnya pemogokan tersebut gagal.

   Dengan
memanfaatkan demoralisasi yang melanda rakyat, Batista mengumpulkan 10.000
tentara di kaki gunung Sierra Maestra pada bulan Mei 1958 dalam usahanya yang
terakhir untuk menghancurkan gerilyawan revolusioner. Castro memimpin 300 orang
pasukan. Selama 36 hari tentara rezim Batista menekan gerilyawan pemberontakan.
Tanggal 18 Agustus, bagaimanapun dahsyatnya gempuran tentara Batista akhirnya
mengalami kegagalan. Para gerilyawan di pegunungan tetap tak tersentuh, dan
tentara Batista sudah tidak sanggup untuk bertempur lagi.

   Pemberontak
revolusioner melakukan serangan balik dengan mengirimkan dua regu gerilyawan
untuk merebut daerah baru. Salah satunya di pimpin oleh Che Guevara. Bulan
Oktober para pemberontak berhasil mendirikan sebuah basis perlawanan di
pegunungan Escambray, di daerah tengah Kuba, dibawah komando Che Guevara. Mereka
juga mendirikan basis lain di pegunungan Sierra Cristal, dimana Raul Castro
menerapkan reformasi agraria dan membebaskan daerah yang berpenduduk lima ratus ribu orang.

   Tahun 1958
para pemberontak berkembang dari dulunya sebuah unit gerilya menjadi tentara
rakyat. Bulan November pasukan Castro turun gunung dan melakukan penyerangan ke
kota Santiago, kota terbesar kedua di Kuba. Di Bulan Desember pasukan Che
menuju ke Santa Clara dan disambut oleh pemberontakan rakyat yang di organisir
Gerakan 26 Juli.

    Tanggal 1
Januari 1959, Batista merasa terancam dan melarikan diri dari Kuba dengan
membawa US$ 7 juta dalam kopernya. Pejabat militernya mendeklarasikan
pemerintahan baru. Castro meresponnya dengan mengadakan pemogokan umum yang
kedua. Kali ini pemogokan umum ini berjalan dengan sukses, memperlihatkan
dukungan penuh dari kelas pekerja kepada para gerilyawan pemberontak.
Tanggal 2 Januari, Castro masuk ke Santiago dan Che ke Havana. Kuba
berhasil dibebaskan.

   Dalam
pemerintahan revolusioner baru, Che bertugas untuk melakukan reorganisasi
industri dan agrikultural. Hanya lima bulan setelah keruntuhan Rezim Batista,
Che menetapkan sebuah Hukum bagi mereka yang mempunyai tanah seluas lebih dari
400 ha untuk di redistribusikan ke para petani yang tidak mempunyai tanah dan
memaksa para tuan-tuan tanah untuk mengerjakan sendiri tanahnya. Dia membantu
untuk menyelenggarakan sekolah gratis di Kuba dan meluncurkan kampanye
sukarelawan pendidikan yang akan di gunakan untuk memberantas buta huruf yang
menghasilkan tingkat melek huruf yang lebih tinggi jika di bandingkan dengan
Amerika.

     Che
menekankan pentingnya keterlibatan para pemuda dalam perjuangan revolusiner. Berbicara
pada Persatuan Pemuda Komunis tahun 1962, dia berkata “Kalian, Kawan-Kawan,
harus menjadi pelopor untuk seluruh gerakan, pertama sekali kalian harus
sanggup untuk mengorbankan diri demi kebutuhan revolusi, apapun jadinya”

    Dia
menjadi pembicara berskala internasional untuk revolusi, secara aktif membantu
gerakan revolusioner di Afrika, Asia dan Amerika Latin. Dia beberapa kali
mengunjungi Uni Soviet, tapi tanpa takut
mempublikasikan kritiknya tentang pemerintahannya (Uni Sovyet, pent) yang
birokratis.

   Besarnya
komitmen Che terhadap Internasionalisme sangat jelas didemonstrasikan tahun
1965, ketika dia secara tegas mengundurkan diri dari pemerintahan dan pergi
untuk membantu gerakan revolusiner baru secara pribadi, pertama di Kongo dan
kemudian di Bolivia.

     Saat
berada di Bolivia tahun 1967, Che ditangkap CIA yang membekingi tentara Bolivia
dan membunuhnya di usia 39 tahun. Tapi saat ini namanya dan reputasinya
tertanam dengan kuat, dan wajahnya muncul dalam bendera-bendera, plakat, dan
muncul sebagai personifikasi revolusi di dunia.

* * *

Bookmark and Share

Sebuah pengalaman dari Ghost Rider

February 28th, 2007 by mardi03

4868861_ori_1Semalem jalan-jalan ke studio 21 pas didalem ada pelemnya Ghost Rider pertama sih ngga niat tapi temen rada maksa jadinya nonton juga eh tau-taunya pelemnya bagus banget apalagi efeknya aduuhhh jadi ketagihan nontonnya jadi kamu-kamu klo belum nonton pelem ini bakalan nyesel deh. Ada kejadian lucu waktu sebelum nonton pelem ini ceritana begini,aq kan ama 2 orang temenku belum pade beli tiket jadi kita bertiga duduk dulu kan pas lagi mo duduk temenku berbisik katanya "eh Ardi samping kmu ada cewe’ cantik tuh"  tapi cewe’ itu membelakangi aq trus perasaan mo ngajak kenalan muncul kan (huehuehue) tapi perasaanku kagak enak jadi aq ngga jadi gitu kenalan, kata temenku "napa ngga mau kenalan" ya aq bilang  "perasaanku kagak enak men entar cewe’ itu jadi-jadian lagi" (padahal dalam hati mo juga sih) alasanku ngga mau kenalan coz temenku nyang satunya lagi ekspresinya kayak mo ngakak besar gitu trus aq bilang lu aja deh nyang kenalan ama dia so temenku bilang "kagak nyesel lu ngga mo kenalan ama cewe’ cantik ntar lu kena karma lo kagak nikah ama cewe’ yang cantik" (apa dia kagak tau tipeku itu seperti apa alah..) aq bilang lagi "ngga deh lu aja" nah sesudah aq bilang gitu eh dia nyosor bak kereta api tanpa ada yang menghalangi ke cewe’ itu temenku bilang "hai manis leh kenalan ngga,namanya siapa sih,kamu kesini ama siapa ama cowoknya ya kok sendirian aja" pas cewe’ itu balik badan ehhh tau-taunya cewe’ itu BENCONG gubrak……. aq berdua ama temenku yang satu lagi ngakak besar apalagi bencong itu bilang "Hai bo pa kabar duh gemes deh iyya nih aq lagi sendiri mo temenin ngga duhh eke cubit nih" jadinya kita bertiga ngambil langkah seribu alias kaburrrrrr…. waktu kami bertiga pulang dari nonton kita ngakak terus kayak orang gila,sesampainya aq dirumah aq mikir coba klo tadi kenalan ama bencong itu pastinya aq ngga pulang kerumah soalna disekap dirumahnya ihhhhh atut. : )

Bookmark and Share